Data & Fakta: Kontribusi mangrove pada mitigasi perubahan iklim di Indonesia

Data & Fakta: Kontribusi mangrove pada mitigasi perubahan iklim di Indonesia

https://ift.tt/2KvX66p

IndonesiaArtikel ini disadur dari Landscape News 

Ekosistem mangrove diakui atas kemampuannya menyimpan sejumlah besar karbon dan mencegah erosi pesisir akibat gerusan laut. Selain itu, menurut penelitian terbaru ekosistem mangrove juga berperan sebagai penyangga dengan menangkap sedimen kaya karbon organik yang datang bersama dengan kenaikan permukaan laut.

Dalam penelitian terbaru, yang akan dipaparkan pada Blue Carbon Summit di  Jakarta, 17-18 Juli mendatang, Daniel Murdiyarso, ilmuwan utama Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) dan seorang mahasiswa Institut Pertanian Bogor, serta Badan Tenaga Atom Nasional, menemukan bahwa laju sedimentasi lapisan lumpur, di pinggir maupun di bagian dalam sistem mangrove di provinsi Sumatera Utara Indonesia mencapai kurang lebih 3,7 hingga 5,6 mm (seperdelapan hingga seperempat inci) tiap tahun.

Temuan ini menunjukkan, meski makin terhimpit tekanan lingkungan di Sumatera Utara terkait produksi tambak udang, perkebunan kelapa sawit pesisir dan kesibukan pelabuhan, mangrove mampu bertahan menghadapinya.

Berikut ini adalah fakta mengenai mangrove di Indonesia yang aslinya dipublikasikan dalam infografis CIFOR:

  1. Hampir seperempat dari seluruh ekosistem mangrove dunia berada di Indonesia. Mencakup luas 2,9 juta hektare, hampir sebesar Belgia.
  2. Hutan mangrove Indonesia menyimpan lima kali lebih banyak karbon dibanding hutan daratan, dan sepertiga dari seluruh karbon yang tersimpan dalam ekosistem pesisir global. Tersimpan lebih dari tiga miliar ton karbon, setara dengan hanya 20 tahun emisi bahan bakar fosil Indonesia pada tingkat penggunaan 2011.
  3. Area seluas New York – 55.0000 hektare mangrove Indonesia – menghilang tiap tahun. Akuakultur bertanggung jawab atas 40 persen kehilangan mangrove.
  4. Emisi tahunan dari kerusakan mangrove Indonesia sebesar dengan 190 juta ton, setara dengan seluruh 9,5 juta mobil penumpang (data 2011) di Indonesia berjalan keliling dunia dua kali. Lebih dari 40 persen emisi global dari kerusakan ekosistem pesisir, termasuk semak, mangrove dan rumput laut, berasal dari kerusakan mangrove di Indonesia.
  5. Menghentikan kerusakan mangrove dapat memenuhi seperempat dari target reduksi emisi Indonesia, yaitu sebesar 26 persen pada 2020. Ini setara dengan mengurangi 40 juta mobil di jalanan.

Referensi: Memotong emisi, bukan mangrove: Harapan terbaik Indonesia dalam memperlambat perubahan iklim

TERKAIT

Adaptasi ajaib mangrove dalam menghadapi kenaikan permukaan laut.

Kebijakan hak cipta: Kami berharap Anda turut menyebarkan isi Landscapes News, yang berada di bawah lisensi Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0) Creative Commons. Lisensi ini berarti bahwa Anda bebas menyebarkan materi kami untuk tujuan non-komersial. Kami hanya meminta Anda memberikan keterangan dan tautan pada isi asli Landscapes News, dan menyebarkan kontribusi Anda di bawah lisensi Creative Commons yang sama. Anda harus memberitahu Landscapes News jika melakukan repost, mencetak atau menggunakan materi kami dengan menghubungi J.Mollins@cgiar.org.

The post Data & Fakta: Kontribusi mangrove pada mitigasi perubahan iklim di Indonesia appeared first on CIFOR Forests News.

Superforest

via CIFOR Forests News https://ift.tt/2xsQew9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s